KEMAMORA

KEMAMORA (KERUKUNAN MASYARAKAT MALUKU KIERAHA) KAMI MENYEDIAKAN SEBUAH FORUM DISKUSI SEBAGAI SARANA UNTUK MEMPERMUDAH KOMUNIKASI DAN INFORMASI. Our vision is to synthesize and prepare human resources, and develop all values of Moloku Kie Raha culture.

Login

Lupa password?

PENULIS ARTIKEL TERBAIK

"belum dapat di tampilkan"

Top posters

Qinoi (64)
 
Delrhendz (62)
 
Admin (43)
 
stevie (39)
 
sapastau (37)
 
Dodorobe (34)
 
bobara (26)
 
jein (15)
 
Tox!c (15)
 
orangpenting (14)
 

User Yang Sedang Online

Total 0 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 0 Tamu :: 1 Bot

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 10 pada Wed Jan 07, 2015 12:39 am

SPONSOR

 Setiap kalangan yang menjadi sponsor organisasi KEMAMORA, baik dari daerah maupun kalangan lainnya, setiap logo milik kalangan tersebut akan di pampang di forum kami.


    PEMBANGUNAN SDM DI HALUT

    Share

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    PEMBANGUNAN SDM DI HALUT

    Post  Delrhendz on Mon Feb 23, 2009 10:19 am

    Peningkatan kualitas sumber daya manusia di Halmahera Utara bertitik tolak pada upaya pembangunan di bidang pendidikan oleh pemerintah daerah. Pengembangan sumber daya manusia didasarkan pada kenyataan bahwa perbaikan “human factor” akan memberikan kontribusi yang besar pada laju pertumbuhan sehingga peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dipandang sebagai kunci keberhasilan dalam pembangunan yang dapat menjamin kemajuan dan kestabilan ekonomi.
    Menurut teori human capital kualitas sumber daya manusia selain ditentukan oleh kesehatan, juga ditentukan oleh pendidikan. Sebagai daerah yang baru dimekarkan, kabupaten Halmahera Utara menerapkan salah satu strategi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah peningkatan pendidikan. Pendidikan dipandang tidak hanya dapat menambah pengetahuan tetapi juga meningkatkan keterampilan (keahlian) tenaga kerja, pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas (Effendi, 1995). Sebab itu, investasi haruslah diarahkan untuk meningkatkan “human capital stock” dan “physical capital stock”.
    Pengembangan kualitas manusia dipandang penting untuk mengentaskan kemiskinan dan kebodohan dengan cara menggencarkan program pendidikan. Namun dalam kenyataan, di Halmahera Utara menunjukan bahwa pembangunan kualitas manusia melalui bidang pendidikan masyarakat kurang mendapat perhatian pemerintah daerah secara serius. Hal ini terbukti dengan tidak meratanya layanan pendidikan oleh pemerintah daerah kepada seluruh masyarakat Halmahera Utara. Pelayanan pendidikan hanya diterima oleh beberapa daerah saja, sedangkan daerah-daerah di bagian pedalaman tidak secara layak menerima dan mendapatkan layanan pendidikan yang layak oleh pihak pemerintah.
    Salah satu persoalan mendasar yang dihadapi dalam proses pembangunan di kabupaten Halmahera Utara, adalah tidak tersedianya dana yang cukup. Keterbatasan dana tersebut menyebabkan pemerintah hanya memberikan prioritas pada bidang-bidang tertentu. Sementara bidang lain termasuk pendidikan belum banyak mendapat perhatian.
    Dengan keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah daerah, memperlihatkan bahwa peran pemerintah yang selama ini besar ternyata tidak dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi khususnya bidang pendidikan. Hal ini menyebabkan bergesernya pemahaman akan peran pemerintah daerah yang tidak dapat sepenuhnya ditangani oleh pemerintah daerah sendiri menjadi pemahaman akan pentingnya keberadaan berbagai komponen dalam masyarakat untuk ikut peduli dengan berbagai persoalan daerah. Dengan demikian, pada kondisi ketika daerah tidak sepenuhnya dapat mengatasi permasalahan maka peranan masyarakat yang terwujud dalam suatu institusi atau suatu lembaga berupa yayasan yang bergerak secara independen sangat dibutuhkan untuk memperingan sekaligus menutup celah-celah yang belum tertangani oleh pemerintah daerah kabupaten Halmahera Utara.
    Goode (1985), seorang tokoh sosiologi pendidikan, mengemukakan bahwa keberhasilan atau prestasi yang mencapai peserta didik dalam pendidikannya sesungguhnya tidak hanya memperhatikan mutu dari institusi pendidikan saja. Tapi juga memperlihatkan “keberhasilan” keluarga dalam memberikan anak-anak mereka persiapan yang baik untuk keberhasilan pendidikan yang dijalani.
    Untuk itu yang harus dilakukan adalah memberdayakan keluarga agar menjadi sejahtera yang pada gilirannya kemudian diharapkan keluarga-keluarga tersebut dapat lebih peduli dengan perkembangan dan peningkatan pendidikan anak-anak mereka. Apalagi secara umum tingkat pemahaman akan pentingnya pendidikan oleh setiap keluarga atau masyarkat yang ada di Halmahera Utara masih sangat rendah.
    Harus disadari bahwa persoalan kesejahteraan sesungguhnya memiliki sifat multi dimensional yang juga merupakan satu fenomenda yang memiliki sifat yang kompleks, dapat bersifat kualitatif dan kuantitatif, dan dapat pula bersifat subyektif. Oleh sebab itu jika membicarakan persoaln kesejahteraan keluarga, maka perlu memperhatikan sistem nilai yang melingkupi kehidupan keluarga tersebut, dan secara makro perlu juga memperhatikan faktor sosial budaya dari masyarakat yang melingkupi keluarga tersebut.
    Berdasarakan hasil analisis yang dilakukan sebagaimana telah dijelaskan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
    1. Belum maksimalnya upaya pemerintah daerah Halmahera Utara dalam upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah yang ada di kabupaten Halmahera Utara
    2. Tidak adanya keseriusan pemerintah daerah dalam upaya untuk menanggulangi daerah-daerah yang belum mendapatkan pemerataan pendidikan secara layak. Khususnya di desa-desa yang sulit dijangkau oleh pihak pemerintah.
    3. Belum adanya kesiapan yang mapan oleh pihak pemerintah daerah dalam upaya untuk menanggulangi berbagai masalah penanggulangan peningkatan kualitas pembangunan sumber daya manusia di Halmahera Utara.
    4. Tidak memadainya sarana dan prasarana pendidikan di semua jenjang sehingga membuat pembangunan kembali oleh pemerintah daerah untuk memperbaiki dan memperbaharuinya kembali dari berbagai kerusakan.
    5. Tidak adanya kemerataan fasilitas dan sarana pendidikan disetiap kecamatan dan desa di Kabupaten Halmahera Utara, sehingga pemerintah harus berupaya untuk memenuhi dan menyediakan setiap kebutuhan fasilitas dan sarana pendidikan yang memadai disetiap daerah yang belum memilikinya.
    6. Penggunaan sistem proses cara belajar dan mengajar yang tidak relevan lagi untuk peningkatan sumber daya manusia di berbagai jenjang pendidikan, sehingga dalam proses belajar-mengajar diberbagai jenjang pendidikan sama sekali belum ada perubahan secara maksimal untuk disesuaikan dengan perkembangan pendidikan yang sudah sekian maju disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan sekarang.
    7. Penggunaan kurikulum sekolah yang masih menggunakan dan memakai model lama, hal ini menyebabkan proses belajar-mengajar lebih dititikberatkan pada keaktifan seorang pengajar daripada peserta didik. Pelaksanaan kurikulum memerlukan penyesuaian yang terus-menerus dengan kenyataan nyata di lapangan.
    8. Kurangnya tenaga kependidikan yang profesional dan berkualitas, mengakibatkan peningkatan mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan sangat lamban, dan kurang berkembang pesat.
    9. Sulitnya jangkauan oleh pemerintah daerah terhadap beberapa daerah terpencil yang kondisi wilayahnya sangat sulit untuk dijangkau, sehingga untuk memaksimalkan program peningkatan sumber daya manusia di semua kecamatan tidak secara menyeluruh dapat diterimah oleh setiap lapisan masyarakat di daerah pedalaman.
    10. Tidak adanya dukungan keluarga secara menyeluruh dalam upaya untuk memberikan pemahaman dan pengajaran di dalam keluarga akan betapa pentingnya sebuah pendidikan.
    11. Masih rendahnya pemahaman akan betapa pentingnya pendidikan dikalangan masyarakat Halmahera Utara khususnya di daerah-daerah terpencil dan sulit untuk dijangkau.
    12. Tingkat kesadaran yang masih sangat rendah dikalangan peserta didik, tenaga pendidik, keluarga maupun pemerintah itu sendiri akan betapa pentingnya sebuah pendidikan.

    Pembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, kultural, dan politik, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan. Dalam proses pembangunan ekonomi, peranan pendidikan sangat strategis. Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan namun demikian sampai sejauh ini belum menampakkan hasil. Mengapa kebijakan pembaharuan pendidikan di Halmahera Utara dapat dikatakan senantiasa mengalami kegagalan dalam menjawab problem masyarakat?. "Kegagalan" pembaharuan pendidikan tersebut dikarenakan penentu kebijakan tidak sinkron dalam mengimplementasikan paradigma peranan pendidikan dalam ketersediaan sumber daya manusia yang dapat mendongkrak pembangunan ekonomi.
    Kebiasaan pemerintah kita dalam melakukan justifikasi kepentingan program-program dibidang pendidikan adalah berdasar pada pemikiran jangka menengah yang mengaitkannya dengan legalitas kemapanan yang bersifat normative. Akibatnya tujuan pendidikan kurang menggambarkan rumusan-rumusan permasalahan dan prioritas yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
    Problem-problem pendidikan kita semakin kompleks dan semakin sarat dengan tantangan. Kebijakan dan program-program pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pendidikan, nampak tidak memberi jawaban solutif terhadap permasalahan-permasalahan pendidikan yang berkembang.
    Reformasi pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan majemuk sehingga memerlukan pengerahan segenap potensi yang ada dalam tempo yang panjang. Di samping itu, yang lebih penting adalah reformasi pendidikan harus memberikan peluang bagi siapapun yang aktif dalam pendidikan untuk mengembangkan langkah-langkah baru yang memungkinkan peningkatan kualitas pendidikan.
    Reformasi pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam reformasi tersebut yang perlu dilakukan adalah identifikasi masalah yang menghambat pelaksanaan pendidikan dan perumusan reformasi bersifat strategik dan praktis sehingga dapat diimplementasikan di lapangan. Reformasi pendidikan harus berdasarkan pada realitas lembaga pendidikan yang ada, bukan berdasar pada jargon-jargon pendidikan semata. Maka reformasi pendidikan tersebut hendaknya didasarkan fakta dan hasil penelitian yang valid, sehingga dapat dikembangkan program reformasi yang utuh, jelas dan realistis.
    Pemerintah maupun masyarakat berupaya untuk melakukan pendidikan dengan standar kualitas yang diinginkan untuk memberdayakan masyarakat yang ada di Kabupaten Halmahera Utara secara menyeluruh dengan semaksimal mungkin. “Sistem pendidikan yang dibangun harus disesuaikan dengan tuntutan zamannya, agar pendidikan dapat menghasilkan outcome yang relevan dengan tuntutan zaman. Dari sini, pendidikan dipandang sebagai katalisator yang dapat menunjang faktor-faktor lain. Artinya, pendidikan sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi semakin penting dalam pembangunan di kabupaten Halmahera Utara.
    Indonesia, telah memiliki sebuah sistem pendidikan dan telah dikokohkan dengan UU No. 20 tahun 2003. Pembangunan pendidikan di Indonesia sekurang-kurangnya menggunakan empat strategi dasar, yakni; pertama, pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, kedua, relevansi pendidikan, ketiga, peningkatan kualitas pendidikan, dan keempat, efesiensi pendidikan.
    Untuk menjamin kesempatan memperoleh pendidikan yang merata disemua kelompok strata dan wilayah di kabupaten Halmahera Utara sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangannya perlu strategi dan kebijakan pendidikan, yaitu :
    1. Menyelenggarakan pendidikan yang relevan dan bermutu sesuai dengan kebutuhan masyarakat sia dalam menghadapi tantangan global,
    2. Menyelenggarakan pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan [accountable] kepada masyarakat sebagai pemilik sumberdaya dan dana serta pengguna hasil pendidikan,
    3. Menyelenggarakan proses pendidikan yang demokratis secara profesional sehingga tidak mengorbankan mutu pendidikan,
    4. Meningkatkan efisiensi internal dan eksternal pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan,
    5. Memberi peluang yang luas dan meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga terjadi diversifikasi program pendidikan sesuai dengan sifat multikultural bangsa Indonesia,
    6. Secara bertahap mengurangi peran pemerintah menuju ke peran fasilitator dalam implementasi sistem pendidikan,
    7. Merampingkan birokrasi pendidikan sehingga lebih lentur [fleksibel] untuk melakukan penyesuaian terhadap dinamika perkembangan masyarakat dalam lingkungan global.

    Beberapa kalangan pakar dan praktisi pendidikan, mencermati kebijakan otonomi pendidikan sering dipahami sebagai indikasi kearah “liberalisasi” atau lebih parah lagi dikatakan sebagai indikasi kearah “komersialisasi pendidikan”. Persoalan sekarang, apakah sistem pendidikan yang ada saat ini telah efektif untuk mendidik masyarkat di Halmahera Utara menjadi masyarkat yang modern, memiliki kemampuan daya saing yang tinggi di tengah-tengah daerah lain? Jawabannya tentu belum. Berbicara kemampuan, kita sebagai masyarakat Halmahera Utara nampaknya belum sepenuhnya siap benar menghadapi tantangan persaingan. Sementara, disatu sisi, bidang pendidikan kita menjadi tumpuan harapan bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Halmahera Utara. Tetapi disisi lain, sistem pendidikan kita masih melahirkan mismatch terhadap tuntutan dunia kerja, baik secara nasional maupun regional.
    Berbagai problem fundamental yang dihadapi pendidikan lokal saat ini, yang tercermin dalam realitas pendidikan yang kita jalani. Seperti persoalan anggaran pendidikan, kurikulum, strategi pembelajaran, dan persoalan output pendidikan kita yang masih sangat rendah kualitasnya. Problem-problem pendidikan yang bersifat metodik dan strategik yang membuahkan output yang sangat memprihatinkan. Output, pendidikan kita memiliki mental yang selalu tergantung kepada orang lain. Output pendidikan kita tidak memiliki mental yang bersifat mandiri, karena memang tidak kritis dan kreatif. Akhirnya, output yang pernah mengenyam pendidikan, malah menjadi pengangguran terselubung. Ini artinya, setiap tahunnya, pendidikan lokal kita memproduksi pengangguran terselubung. Mereka itu, adalah korban dari ketidakberesan sistem pendidikan kita yang masih sedang berbenah. Mungkin saja, kita sebagai insan yang berpendidikan, tentu saja terus berharap akan datangnya perubahan fundamental terhadap sistem pendidikan di Halmahera Utara.

    Qinoi

    Jumlah posting : 64
    Age : 29
    Registration date : 18.02.09

    Pendidikan..

    Post  Qinoi on Mon Feb 23, 2009 5:48 pm

    Tulisan yg bagus..
    Pertama2 salam kenal buat penulis.
    Satu hal yg selalu buat saya heran; dilihat dari SDA negara, kita merupakan negara agraris/pertanian. Yg lucunya bukannya sarjana pertanian yg banyak tapi malah sarjana lain yang tabuang-buang (kata orang Tobelo)he3x ????? Bagaimana negara indonesia bisa maju kalau begini ?? Pantas aja masih beli beras di negara yg justru bukan negara pertanian !!!
    Entah PEMDA HALUT sudah melihat ?? Tapi yang saya ketahui ada satu program yg bisa dibilang mengarah ke hal ini adalah Kerjasama PEMKAB HALUT dengan IPB. Seperti halnya diatas sudah sepantasnya kalau sarjana Pertanian, sarjana Perikanan, Perkebunan yang menjadi prioritas utama untuk pembangunan daerah. Mengingat SDA terbesar HALUT dari bidang Perikanan, Pertanian, Perkebunan. Bukan berarti sarjana yg lain tidak diperlukan tapi dalam batas tertentu. (SAya juga dari bidang Ilmu Lain bukan salah satu yg saya sebutkan).
    PEndidikan pada dasarnya ada dua Formal dan Nonformal. Jika saya lihat yg kurang di HALUT adalah Nonformal. Jika formal sejak tahun 2000an beberapa SMA telah mengenalkan sistem komputerisasi meskipun masih kurang. Kurikulum Berbasis Kompetensi sudah di terapkan di HALUT. Sekarang dengan adanya permintaan untuk pengadaan Internet di sekolah-sekolah. Bisa dibilang pendidikan formal sedang dalam tahap berbenah. Pendidikan Nonformal ini yang diharapkan menjangkau daerah-daerah terpencil. Kan sudah ada anggarannya (lihat :http://beritasore.com/2007/11/14/anggaran-pendidikan-non-formal-tahun-2008-naik/) sayang kalau tidak digunakan dengan sebaiknya.
    Satu lagi yang saya merasa kurang dari negara kita. Lihatlah negara Matahari/Jepang, tenaga pengajar sangat dihargai dan dihormati. Di Indonesia bagaimana ? Pelajar bahkan tidak menyukai Pengajar !!! Diikuti lagi dengan Gaji pengajar yg "kurang". Coba tanyakan Gaji dosen anda berapa (bgi teman2 mahasiswa) ? -awas kena tampar he3x-. Pengajar juga butuh "doi" untuk makan dan menyekolahkan anak2nya. JAdi jangan kaget kalau dosen anda bekerja sampingan.
    Masih banyak lgi deh !!! big grin
    Mudah2an bisa menjadi bahan masukan bgi kita semua.
    Hotuuuu.
    yeeeeee....

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    johan

    Post  Delrhendz on Mon Feb 23, 2009 7:55 pm

    tamang..., apa dikomentari oleh kamu adalah sebuah kebenaran yang memang terjadi di kabupaten Halmahera Utara. qt stju dgn pendapat yang ngana kase.

    bertolak dari misi Halmahera Utara, yaitu untuk menjadikan Kabupaten Halmahera Utara sebagai kabupaten Kelapa pada dasarnya berarti pemerintah daerah harus mempunyai konsentrasi secara khusus pada sektor pertanian. ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan secara total di bidang pertanian, hal ini dikarenakan disesuaikan dengan misi dari kabupaten Halmahera Utara itu sendiri.

    program pemerintah daerah di bidang pertanian pun harus lebih dimaksimalkan lagi dalam upaya untuk membangun sektor pertanian arah yang lebih maju, dengan satu harapan bahwa kedepannya Halmahera Utara akan menjadi salah satu kabupaten, sebagai penghasil kelapa terbesar dan terbanyak di Indonesia.

    kalaupun hal ini sudah dilakukan, kenapa hingga sampai saat ini, program tersebut belum direalisasikan kepada masyarakat yang secara khusus bergerak dalam sektor pertanian sebagai pekerjaan mereka sehari-hari.

    herannya lagi seperti komentar yang ngana kase untuk pemerintah daerah dalam hubungan dengan SDM yang ada, pemerintah mau mengarahkan pembangunan ini kemana??? kalau ke sektor pertanian..!!! qt stju dengan ngana p pndapat, berarti SDM di bidang pertanian yang seharusnya disiapkan untuk mempersiapkan mereka di masa depan sesuai dengan misi dari Halmahera Utara itu sendiri. untuk itu, seharusnya yang perlu untuk dilakukan oleh pemrintah daerah adalah bagaimana melakukan suatu pembangunan secara bertahap.

    sehingga ketika suatu pembangunan dilakukan tidak mengalami kekakuan dibidang yang menjadi fokus utama dalam upaya untuk membangunnya. pembangunan memang perlu untuk di segala bidang, akan tetapi pembangunan itu sendiri akan menjadi rancuh ketika tidak disesuaikan dengan potensi daerah yang dimiliki. begitupun juga sebaliknya, pembangunan dilakukan disesuaikan dengan potensi daerah yang dimiliki, namun jika tidak memilikih SDM yang berpotensi dibidang yang menjadi fokus dari pembangunan itu sendiri, maka pembangunan yang dilakukan!!! bisa dikatakan sia-sia belaka.

    untuk itu pemerintah seharusnya lebih jelih dan tanggap dengan semua kebutuhan pembangunan di Halmahera Utara, dengan harapan bahwa pemerintah bisa melihat apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan pembangunan daerah di Halmahera Utara. proses pembangunan daerah akan menjadi maju dengan pesat ketika pemerintah daerah kita mengetahui kebutuhan daerah kemudian direalisasikan dalam pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Halmahera Utara.



    GBU

    cheers

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    pendidikan

    Post  Delrhendz on Mon Feb 23, 2009 8:09 pm

    Halmahera merupakan pulau terbesar di Kepulauan Maluku. Pulau Halmahera terletak di Propinsi Maluku Utara, yang terintegrasi dalam negara kesatuan Republik Indonesia. Sejarah Halmahera dekat dengan empat kesultanan pada jaman dulu yakni, Ternate, Bacan, Tidore, Jailolo. Selain dari itu, pada Perang Dunia II, Halmahera merupakan pangkalan militer Jepang yang terletak di Teluk Kao. Pulau Halmahera termasuk dalam gugusan pulau-pulau sekarang ini disebut kepulauan Maluku Utara. Luas wilayahnya 139.381 km2, dengan pulau-pulau besar kecil sebanyak 353 pulau. Kepulauan ini diapit oleh Samudera Pasifik di sebelah utara, Laut Halmahera di sebelah timur, Laut Seram di sebelah selatan, dan Laut Maluku di sebelah barat.
    Di antara 353 pulau yang merupakan kepulauan Maluku Utara, maka pulau Halmaheralah pulau terbesar. Halmahera merupakan induk dari pulau-pulau sekelilingnya. Yang menurut etimologi bahasa Ternate, disebut Alu Ma Eira (lunas perahu). Dari istilah inilah kita kenal Halmahera, yang dulunya disebut Almaeira.
    Secara geografis wilayah Kabupaten Halmahera Utara terletak di kawasan Utara Pulau Halmahera, berada pada posisi koordinat 1º 57’ sampai 2º 0’ Lintang Utara dan 128º 17’ sampai 128º 18’ Bujur Timur. Batas-batas wilayah meliputi, Bagian Utara berbatasan dengan Samudera Pasifik; Bagian Selatan berbatasan dengan Kecamatan Jailolo Selatan dan Kabupaten Halmahera Barat; Bagian Timur berbatasan dengan Kecamatan Wasile, berbatasan dengan Kecamatan Loloda, Sahu, Ibu dan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat.
    Luas wilayah Kabupaten Halmahera Utara secara keseluruhan 24.983,32 km². Menurut Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara, wilayah perairan luasnya sekitar 19.536,02 km² (78%), sedangkan wilayah daratan luasnya sekitar 5.447,30 km² (22%).
    Sebagai salah satu pulau yang kaya dengan rempah-rempah dan kekayaaan alam lainnya. Halmahera merupakan salah satu pulau yang kemudian dilirik oleh banyak para kalangan pengusaha ataupun investor asing maupun domestic, dalam mengembangkan usaha mereka. Oleh karena itu tidak dapat kita pungkiri, bahwa yang terjadi kemudian adalah benturan kepentingan-kepentingan bahkan oleh elit-elit politik dalam usaha untuk menguasainya.
    Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan fungsi yang pertama-tama harus dilaksanakan dalam organisasi. Perencanaan SDM adalah langkah-langkah tertentu yang harus diambil oleh manajemen peremintah daerah guna untuk menjamin bahwa bagi organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai kedudukan, jabatan, dan pekerjaan yang tepat pada waktu yang tepat. Kesemuaya itu dalam rangka mencapaai tujuan dan berbagai sasaran yang telah dan akan ditetapkan.
    Perencanaan sumber daya manusia sebenarnya berkaitan dengan pengidentifikasian persoalan-persoalan (problems), ancaman-ancaman (threats), dan peluang-peluang (opportunities), dalam organisasi dan lingkungan organisasi secara khusus yang ada di Halmahera Utara.
    Pengembangan Sumber Daya manusia yang ada di Halmahera Utara tidak akan dapat mudah berkembang jika pemerintah daerah sendiri tidak secara serius menanganinya. Padahal kebutuhan daerah akan Sumber Daya Manusia sangat besar di semua bidang khususnya dibidang Pendidikan. Besarnya kebutuhan daerah terhadap Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampuan dan intregritas yang tinggi, membuat pemerintah daerah harus mempuyai upaya tersendiri dan ditangani secara khusus dan serius sehingga apa yang menjadi kekurangan dan kebutuhannya dapat terpenuhi dengan tujuan untuk memajukan daerah Halmahera Utara dalam segala bidang. Pembangunan Halmahera Utara akan dapat maju dengan pesat jika kebutuhan akan sumber daya manusia dalam segala bidang dapat terpenuhi.
    Terselenggaranya berbagai program pembangunan dan peningkatan SDM di Halmahera Utara merupakan parameter kesukseskan pemimpin pemerintahan daerah karena tanggung jawab pemerintah daerah diukur antara lain dari kemampuannya melaksanakan program-program pembangunan daerah Halmahera

    stevie

    Jumlah posting : 39
    Registration date : 18.02.09

    Menanggapi: PEMBANGUNAN SDM DI HALUT

    Post  stevie on Tue Feb 24, 2009 6:44 am

    Permisi, ngana pe tulisan bole juga. Ide mengenai pengembangan SDM dan secara khusus dikaitkan dengan pendidikan di Halut, menarik. Tetapi bagi kita masi ada sedikit kekurangan yg perlu direvisi. Karena klo ini tulisan ilmiah, tentu minim data/fakta. Klo ini sekedar ut pembentukan opini, dasarnya masi kurang kuat. Oleh karena itu, kita mengajukan sejumlah hal yg perlu diperbaiki dari tulisan ini. Ada beberapa hal, tapi kita Cuma mo urai 4 saja, yaitu:

    1.Terkait dengan data/fakta, misalnya , dituliskan bahwa “…pembangunan kualitas manusia melalui bidang pendidikan masyarakat kurang mendapat perhatian pemerintah daerah secara serius. Hal ini terbukti dengan tidak meratanya layanan pendidikan oleh pemerintah daerah kepada seluruh masyarakat Halmahera Utara. Pelayanan pendidikan hanya diterima oleh beberapa daerah saja, sedangkan daerah-daerah di bagian pedalaman tidak secara layak menerima dan mendapatkan layanan pendidikan yang layak oleh pihak pemerintah.” Ada datanya? Klo ada lebe bae dipaparkan juga, spy opini yg ngana tulis ada dasarnya.

    2.Sedikit menambahkan juga, terkait dengan kurangnya dana (paragraf 4). Selain persoalan dana, sesungguhnya ada persoalan besar terkait pelaksanaan pendidikan yaitu menyangkut filosofi pendidikan itu sendiri. Pendidikan adalah sebuah tindakan fundamental, yaitu perbuatan yang menyentuh akar-akar hidup kita sehingga mengubah dan menentukan hidup manusia. Jadi, mendidik adalah suatu perbuatan yang fundamental karena mendidik itu mengubah dan menentukan hidup manusia. Pendidikan semestinya mengantarkan manusia menjadi cerdas dan kreatif, memiliki cita-cita besar, berani, jujur, peka terhadap kehidupan sosialnya. Pendidikan seringkali dimaknai secara sederhana, hanya menyangkut tentang birokrasi pendidikan. Misalnya, yang terpikir dari perbincangan pendidikan hanya terkait soal kurikulum, bahan ajar, metode pembelajaran, evaluasi dan sejenisnya yang bersifat teknis administratif serta tentunya anggaran. Akibatnya dari itu semua yang terjadi adalah, tatkala seseorang menamatkan pendidikan, setelah dinyatakan lulus, ternyata kecakapan dan sifat-sifat yang diharapkan dari hasil pendidikan itu belum selalu tampak. Setelah diwisuda, ternyata mereka masih bertambah bingung, yang hal itu menggambarkan bahwa pendidikan yang dilalui belum menjadikan mereka tercerahkan dan mampu melihat peluang-peluang. Akhir-akhir ini, tuntutan anggaran pendidikan sebesar 20 % sudah akan dipenuhi mulai tanhun anggaran 2009. Dengan anggaran sebesar itu, diharapkan kebutuhan pembiayaan pendidikan akan tercukupi. Kesejahteraan guru dapat ditingkatkan, orang miskin akan bisa mengikuti pendidikan karena akan mendapatkan bea siswa ----setidak-tidaknya pendidikan dasar dan menengah. Pertanyaannya adalah apakah dengan peningkatan jumlah anggaran, pendidikan akan otomatis bergerak maju. Jawaban sederhana dan spontan akan mengatakan tidak. Sebab, anggaran pendidikan hanyalah satu faktor dari sekian banyak faktor lainnya yang sama-sama menjadi penyangga tegaknya pelaksanaan pendidikan.

    3.Pada paragraf 7 dan 8, mengenai pemberdayakan keluarga, masih tidak konkrit. Pemberdayaan yg dimaksud seperti apa? Apalagi coba dikaitkan dengan “sistem nilai” dan kondisi “makro” (faktor sosial budaya)? Adakah yg salah atau kurang dengan sistem nilai atau faktor sosial budaya kita? Ini perlu di sebutkan secara jelas seperti apa? Supaya nanti tidak salah interpretasi yg menimbulkan kebingungan.

    4.Terkait dengan 12 analisis yang diuraikan pada pada paragraf 9, karena pada uraian di paragraf-paragraf sebelumnya tidak jelas, maka analisisnya bisa diragukan. Selain itu, ada hasil analisis yg tidak nyambung dengan bahsan sebelumnya, misalnya saja pada analisis (6) kan sebelumnya tidak diuraikan mengenai masalah yg terkait dengan proses blajar mengajar.

    Bro, segini dulu ya… nanti kapan2 sambung lagi. Maaf klo ada yg tara berkenan. Tetapi, sklai lagi, topik yg ngana angkat memang menarik untuk didiskusikan. Happy


    Terakhir diubah oleh stevie tanggal Tue Feb 24, 2009 5:39 pm, total 1 kali diubah

    Qinoi

    Jumlah posting : 64
    Age : 29
    Registration date : 18.02.09

    Meramaikan..

    Post  Qinoi on Tue Feb 24, 2009 9:34 am

    Makin asik aja forum ini.
    Hanya sedikit masukan dari apa yg pernah kita baca, bahwa ;

    Fungsi terpenting pendidikan pada tingkat manapun adalah mengembangkan kepribadian manusia dan makna kehidupannya bagi dirinya dan bagi orang lain (Grayson Kirk).

    ayo kita saling melengkapi !!! cheers

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    data tambahan pemerataan pendidikan

    Post  Delrhendz on Tue Feb 24, 2009 9:05 pm

    Persentase Penduduk 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kelamin
    Dan Ijazah Tertinggi yang Dimiliki di Kabupaten Halmahera Utara
    Percentage Workers 10 Years of Age and Over by Sex and
    Educational Attainment in Halmahera Utara Regency
    Tahun/Years 2006
    Tabel 6.2
    Ijazah Tertinggi yang Dimiliki Laki-laki Perempuan Jumlah
    Attending school Man woman Total
    (2) (2) (3) (4)

    1. Tidak Punya Ijazah 31,68 40,43 35,96
    2. SD/Sederajat 28,89 28,72 28,81
    3. SMP/Sederajat 20,69 18,08 19,41
    4. SMU/Sederajat 17,29 10,73 14,08
    5. Diploma I/II/III 0,61 1,02 0,81
    6. Diploma IV/S1/S2/S3 0,84 1,02 0,93
    Jumlah/Total 100,00 100,00 100,00

    Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2006
    Source : National Social Economic Survey 2006

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    informasi pembangunan SDM di Halut

    Post  Delrhendz on Tue Feb 24, 2009 9:16 pm

    teman2 yang sngat membutuhkan data yang lengkap mengenai bagaimana proses pembangunan di Halut, sebenarnya ada, malahan sangat lengkap mulai dari tingkat kabupaten sampai kecamatan dan daerah terpencil, cuma kalau mau di sajikan, tempatnya tidak terlalu memadai untk bisa memuat semuanya, saya sdh coba tapi tetap saja tdk bsa, malahan jadi tidak lebih jelas.

    tman2 dapat lihat data yang sudah qt sajikan di atas, bknya buat tman2 mangarti malahan nnti tmbah bingung. itupun baru sebagian kecil data, karena masih ada yg lbh bnyak lagi dari data di atas.

    atas kekurangan dan ketidakakuratnya data yang blm smpt qt isi di korum diskusi ini, dngn penuh kerendahan hati qt mhon tlg di maklumi, berhubung jg karena wadah ini blm secara maksimal untuk bs muat smua data.


    makasih buat kritik, tambahan, tanggapan dari tman. itu smua akan lbh memperkaya pemahaman torang smua mengenai pembangunan di Halut, lbh terkhsusnya lagi qt.

    bagi2 tma2 yg blm smpt untuk memberikan kritik dan saran, mohon untuk secepatnya, supaya torang bisa beralih ke topik yang lain.


    sukses selalu untuk torang smua dmnpun torang ada.


    GBU cheers

    stevie

    Jumlah posting : 39
    Registration date : 18.02.09

    Re: PEMBANGUNAN SDM DI HALUT

    Post  stevie on Tue Feb 24, 2009 10:23 pm

    Bagini bro, kita pe maksud sampaikan data itu, tidak harus dalam bentuk tabel, kr memang formatnya tara bisa maso di forum ini. Data yg dimaksud, bisa diurai dalam bentuk narasi juga tara masalah... Contoh: misalnya terkait dengan "tidak meratanya layanan pendidikan oleh pemda", untuk hal ini apa indikatornya, apakah proporsi gedung seolah yang tidak merata di semua kecamatan di halut atau bgm? Jd misalnya jml fisik sekolah, 50% ada di Tobelo, sedangkan hanya 10% ada di Loloda, 15% di Galela, 5 % ada di Kao. Nah, klo bagini kan jelas ada kesan tidak meratanya layanan pendidikan.

    Sori kita banya ba tanya e... soalnya so lama tara pulang kampong dan tara tau kondisi terakhir di sana... jadi berharap ada informasi yg lengkap, spy kita jangan salah persepsi.

    Trimakasi
    lol!

    erick

    Jumlah posting : 13
    Registration date : 17.02.09

    meramaikan

    Post  erick on Wed Feb 25, 2009 4:11 am

    kayanya nich forum uda tambah seru aja....
    ayo teman2 smua lbh smngat lagi.


    Terakhir diubah oleh erick tanggal Wed Feb 25, 2009 4:25 am, total 1 kali diubah

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    PEMBANGUNAN SDM DI HALUT

    Post  Delrhendz on Wed Feb 25, 2009 4:20 am

    stevie bknnya klu banyak ba tanya jd lebe bagus...., itu berarti tingkat kepedulian dengan masalah pembangunan di Halmahera Utara khususnya di bidang pendidikan sangat besar.

    jangan lupa kalu adah isu-isu baru yang berhubungan dngn masalah SDM tolong juga untuk torang berbagi informasi dan pengetahuan.

    setidaknya walaupun so lama tara pulang kampung, tapi rasah cinta dan kepedulian serta loyalitas sebagai putra daerah masih ada di stevie. untuk itu jgn bernah bosan untuk memberikan kontribusi pemikira-pemikiran yang baru seputar masalah pembangunan peningkatan SDM di Halut.

    wah ini akan lebe tambah rame kalu tamang2 yg laeng smua ikut gabung, dengan bgtu secara bersama-sama torang akan diskusi bersama dan cari solusi yang terbaik untuk pembangunan SDM di Halut.


    hotuuu...........!!!!!!



    GBU cheers

    stevie

    Jumlah posting : 39
    Registration date : 18.02.09

    Re: PEMBANGUNAN SDM DI HALUT

    Post  stevie on Wed Feb 25, 2009 4:37 am

    thx atas tanggapannya ya Delrhendz...

    erick, ngana cuma kase panas2 saja ini Laughing iko ba komentar ka Laughing ...

    ayo om admin, jaring anggota sebanyak mkn, spy harapan erick dan Delrhendz spy torang bisa berinterkasi terwujud...

    GBU cheers

    Dodorobe

    Jumlah posting : 34
    Registration date : 10.02.09

    Re: PEMBANGUNAN SDM DI HALUT

    Post  Dodorobe on Wed Feb 25, 2009 12:10 pm

    btw, Thread pendidikan biking sandiri biar fokus diskusi lebih terstruktur.

    lanjuuuttttt cheers






    -----------

    Sponsored content

    Re: PEMBANGUNAN SDM DI HALUT

    Post  Sponsored content Today at 3:11 am


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 3:11 am