KEMAMORA

KEMAMORA (KERUKUNAN MASYARAKAT MALUKU KIERAHA) KAMI MENYEDIAKAN SEBUAH FORUM DISKUSI SEBAGAI SARANA UNTUK MEMPERMUDAH KOMUNIKASI DAN INFORMASI. Our vision is to synthesize and prepare human resources, and develop all values of Moloku Kie Raha culture.

Login

Lupa password?

PENULIS ARTIKEL TERBAIK

"belum dapat di tampilkan"

Top posters

Qinoi (64)
 
Delrhendz (62)
 
Admin (43)
 
stevie (39)
 
sapastau (37)
 
Dodorobe (34)
 
bobara (26)
 
jein (15)
 
Tox!c (15)
 
orangpenting (14)
 

User Yang Sedang Online

Total 0 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 0 Tamu :: 1 Bot

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 10 pada Wed Jan 07, 2015 12:39 am

SPONSOR

 Setiap kalangan yang menjadi sponsor organisasi KEMAMORA, baik dari daerah maupun kalangan lainnya, setiap logo milik kalangan tersebut akan di pampang di forum kami.


    “LIVE AND LEARN IN HALMAHERA”

    Share

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    “LIVE AND LEARN IN HALMAHERA”

    Post  Delrhendz on Mon Feb 23, 2009 10:13 pm

    Latar Belakang
    Halmahera merupakan pulau terbesar di Kepulauan Maluku. Pulau Halmahera terletak di Propinsi Maluku Utara, yang terintegrasi dalam negara kesatuan Republik Indonesia. Sejarah Halmahera dekat dengan empat kesultanan pada jaman dulu yakni, Ternate, Bacan, Tidore, Jailolo. Selain dari itu, pada Perang Dunia II, Halmahera merupakan pangkalan militer Jepang yang terletak di Teluk Kaoe. Pulau Halmahera termasuk dalam gugusan pulau-pulau sekarang ini disebut kepulauan Maluku Utara. Luas wilayahnya 139.381 km2, dengan pulau-pulau besar kecil sebanyak 353 pulau. Kepulauan ini diapit oleh Samudera Pasifik di sebelah utara, Laut Halmahera di sebelah timur, Laut Seram di sebelah selatan, dan Laut Maluku di sebelah barat.
    Di antara 353 pulau yang merupakan kepulauan Maluku Utara, maka pulau Halmaheralah pulau terbesar. Halmahera merupakan induk dari pulau-pulau sekelilingnya. Yang menurut etimologi bahasa Ternate, disebut Alu Ma Eira (lunas perahu). Dari istilah inilah kita kenal Halmahera, yang dulunya disebut Almaeira.
    Para analis dan ahli sejarah mengakui bahwa pulau Halmahera dengan kekayaan ekologi, tanaman cengkeh, dan desa “Mamuya” serta Duma, “Desa Keheningan” telah mencetakkan sebuah makna dan peranan historis yang khas bagi pengembangan jatidiri berbangsa Indonesia. Dicatat bahwa masyarakat Halmahera pada masa abad ke-12 telah mengembangkan sebuah wawasan hidup nasionalis (jati kepribumian) dalam mengembangkan hubungan-hubungan yang bersifat terbuka diakletis dengan “imperium perdagangan” bangsa luar. Khususnya bangsa barat (Portugis dan Spanyol) sejak masa awal jaman penjajahan.
    Identitas dan jatidiri kepribumian dibangun di atas dasar kesadaran akan sebuah eksistensi dan hak kehidupan yang dimiliki serta diwarisi secara sah sebagai “anak kandung” dan putra mahkota bumi Halmahera. Kesadaran eksistensi dan pengembangan jatidiri kepribumian ini ditandai dengan sikap hidupnya yang saling menerima dan saling menghargai realitas kepelbagian (pluralitas) yang dimiliki oleh setiap kawula dan ahli waris bumi Halmahera sebagai sebuah eksistensi geo-kultural dan suatu living reality yang khas. Aneka perbedaan hayati, sistem kepercayaan, heroisme kehidupan antara kelompok suku atau sub suku, kepemimpinan adat, dan strata sosialnya semuanya dianyam di dalam sebuah interaksi dan tata kehidupan yang utuh dan langgeng. Anyaman serat-serat kehidupan itu diproses dan kemudian di dalam sebuah kearifan budaya melalui proses sejarah yang penuh dinamika di bawah payung kehidupan Moloku Kie Raha. Penghayatan dan ekspresi kehidupan tersebut diperkokoh dalam falsafah kehidupannya yang khas “Marimoi ngone fo turu marimoi ua ngone fo ruru, ma out tara ngone fo jaha” (bersatu kita kuat, tidak bersatu kita hanyut, pada akhirnya kita tenggelam).
    Sama dengan suku bangsa lain di Indonesia demikian pun di Halmahera terdapat tata kehidupan masyarakat yang mengatur cara pergaulan di antara sesama manusia. Tata cara kehidupan mana diterima oleh masyarakat sebagai suatu bentuk cara kehidupan yang pasti dan tidak berubah-ubah. Bentuk dan tata cara kehidupan sedemikian disebut adat-istiadat.
    Kehidupan masyarakat Halmahera yang terikat oleh adat-istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang mereka tidak mengalami perubahan pada saat agama Kristen dan Islam masuk ke Halmahera. Adat-istiadat yang tidak mengalami perubahan pada saat agama Islam dan Kristen masuk ke Halmahera yaitu masyarakat masih memegang teguh warisan dari nenek moyang mengenai setiap orang harus berusaha untuk tidak sampai menjadi pelanggar atau penyebab terjadinya suatu pelanggaran karena akibatnya sangat fatal bagi kehidupan bersama. Tidak hanya itu, masyarakat Halmahera juga beranggapan bahwa setiap pelanggaran merupakan tabu atau boboso bagi mereka, artinya kehidupan mereka terikat dengan hal tersebut sudah tentu mengekang kebebasan bergerak seseorang di masyarakat dan menjadikan setiap anggota masyarakat ditempatkan dalam bentuk kehidupan yang ditudungi ketakutan dan kekuatiran. Yang paling ditakuti oleh seluruh masyarakat Halmahera yaitu setiap pelanggaran yang menyebabkan rusaknya keselarasan itu hendaknya secepat mungkin ditindak dan diperbaiki sebelum terjadi kemurkaan para dewa. Ketiga hal inilah yang sampai saat ini masih dipegang oleh masyarakat Halmahera.
    Pada tahun 1999 dan 2000 Halmahera merupakan tempat kekerasan antara kelompok Muslim dan Kristen yang dimulai di Ambon dan menyebar ke banyak tempat di Maluku. Dengan kondisi demikian, maka sekarang ini masyarakat Halmahera berusaha bangkit kembali dari konflik horizontal yang pernah terjadi. Hubungan yang telah rusak akibat konflik antar agama berusaha diperbaiki, guna untuk kemajuan, kesejahteraan dan keharmonisan masyarakat Halmahera akibat konflik.
    Sebagai langkah konkret dalam menghindari terjadinya konflik agama tersebut kembali, maka Gereja dalam hal ini Gereja Masehi Injil di Halmahera (GMIH) terus mengupayakan rekonsiliasi untuk membangun masyarakat Halmahera yang damai dan terlepas dari konflik yang berkepanjangan. GMIH sebagai bagian dari pelayanan kasih menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat yang berusaha untuk membangun kembali kondisi di Halmahera yang lebih menghormati serta menghargai perbedaan beragama. GMIH menyadari bahwa pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda Gereja yang lebih bertanggung jawab dapat membangkitkan kembali kedamaian di Halmahera. Dengan kesadaran serta tanggung jawab tersebut, GMIH menjalankan tugas gerejawinya. GMIH berusaha untuk membangun serta menambah wawasan pemuda Halmahera akan pengetahuan dan pemahaman teologis, serta sudut pandang yang lebih baik. Dengan adanya generasi yang berwawasan luas serta menglobal, memungkinkan kesadaran untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan keKristenan di Halmahera.
    Dengan melihat kesadaran serta tanggung jawab tersebut, maka pemuda GMIH perlu untuk diberdayakan serta menambah pengalaman baru, yang nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat di Halmahera. Pemuda GMIH dalam usaha pemberdayaannya perlu untuk memahami perspektif kehidupan dan iman Kristen, serta perlu untuk melihat realitas yang terjadi dalam masyarakat yang lainnya sebagai bagian dari pembelajaran. Dengan demikian memungkinkan untuk menghindarkan Halmahera dari konflik horizontal di kemudian hari, serta membangun kehidupan yang lebih bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai iman Kristiani di dalam generasi muda.
    Dengan melihat kondisi tersebut, maka perlu diadakannya suatu pembelajaran bersama untuk memaknai arti kehidupan iman dan masyarakat di luar kondisi Halmahera. Jerman, Finlandia dan Belanda sebagai negara yang juga merupakan kiblat dari pemikir-pemikir dan teolog Kristen dapat menjadi wadah pembelajaran kehidupan iman dan bermasyarakat bagi pemuda Halmahera. Keberadaan negara-negara tersebut dalam upaya membangun kedamaian dunia serta menjalankan misi keKristenan bagi bangsa lain, menjadi penting. Kondisi dan situasi negara tersebut diharapkan dapat membantu negara-negara konflik untuk mendatangkan kedamaian dalam kebersamaan. Negara-negara tersebut dapat menjadi founding yang bermakna dalam membantu menghadirkan serta memaknai kedamaian dalam pluralitas.


    saran
    ada baiknya jika kegiatan-Kegiatan seperti ini akan melibatkan rekan-rekan dari negara-negara yang pernah mengalami konflik, dengan tujuan untuk membagi pengalaman serta sama-sama belajar akan arti kehidupan bersama. Afrika Selatan, Myanmar dan Irlandia Utara merupakan negara-negara yang pernah bangkit dari situasi konflik. Dengan demikian mereka bukan saja hanya berbagi pengalaman, namun juga melalui interaksi dan tukar pikiran bersama pemuda dari berbagai bangsa dapat membangun, saling pengertian mengenai tantangan dan pergumulan kehidupan sebagai pemuda dalam religiusitas. Kegiatan ini akan menjalankan misi keKristenan untuk mendatangkan kedamaian bagi semua orang dengan berbagai latar belakang sosial budaya.

    Qinoi

    Jumlah posting : 64
    Age : 29
    Registration date : 18.02.09

    Tanya..

    Post  Qinoi on Tue Feb 24, 2009 10:35 pm

    Kenyataan yang saya lihat :
    Di tempat tinggal saya sekarang (Bali), aktivis Gereja sekitar 80% adalah Pemuda. Dan pemuda sendiri memegang peran penting dalam kehidupan bergereja. Banyak kegiatan - kegiatan penting yg telah dibuat pemuda. Gereja melihat itu dan memberikan wadah bagi pemuda. Para pemuda dari berbagai gereja duduk bersama-sama membahas isu global, politik, ekonomi dan banyak lagi. Pemuda-pemudi seperti ini yg bisa duduk berdampingan bersama-sama tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan.
    Bagaimana dengan di Halmahera Utara khusunya tobelo ?? Mungkin sekarang sudah berbeda ?? kenyataanya Pemuda GMIH tidak memiliki spirit yang seperti diatas. jikalau pun ada mungkin pemuda itu adalah seorang majelis jemaat atau calon pendeta. Kalaupun ada perkumpulan pemuda GMIH hanya sebatas Paduan Suara atau Vokal Group. Saya tidak melihat adanya suatu gerakan Pemuda GMIH yg akan membawa dampak Positif bagi kemajuan HALUT. GMIH seharusnya melihat itu !!!
    Saya sangat berharap adanya Gerakan Pemuda GMIH yang positif. Mari teman-teman kita bersama-sama membangun HALUT.
    santa santa

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    masukan

    Post  Delrhendz on Wed Feb 25, 2009 4:45 am

    kita semua pasti tahu bagaimana kondisi pemuda GMIH saat ini. pada kenyataannya memang tidak seperti yang sudah saya gambarkan dalam artikel tersebut. artikel tersebut saya sengaja angkat untuk bagaimana mencoba memberikan suatu usul bagi pihak GMIH untuk bagaimana seharusnya mereka bertindak dalam upaya untuk mempersiapkan para pemuda-pemudi di masa depan.

    tingkat pemahaman dan pengetahuan akan prulasisme dan kekebesan beragama pun belum sepenuhnya dimiliki oleh para pemuda-pemudi kita yang ada di Halmahera Utara.

    lanjut,....:

    melihat kondisi itu, bagaimana upaya yang harus kita semua lakukan, khususnya yang sudah mengeyam pendidikan di perguruan tinggi, dan dikategorikan sudah matang dalam memahami kebebasan dalam beragama. apa yang harus kita pikirkan dan lakukan untuk merubah pemahaman untuk teman2 pemuda-pemudi kita yang ada disana ketika kita kembali nanti..????/
    jawabannya ada pada diri kita semua. kalau kita mau berbagi pengetahuan dengan mereka pasti ada jalan keluarnya. lebih akan bagus lagi kalau kita membuat suatu kegiatan yang belum pernah sama sekali dilakukan atau diwadahi oleh GMIH dan pemerintah, kegiatan tersubut bisa berkaitan dalam upaya untuk membangun kembali hubungan kekerabatan dan kekeluargaan sesama kita masyarakat Halmahera Utara secara umum tanpa memandang setiap perbedaan yang ada.


    untuk itu....:
    buat johan ; kalau dari pengalaman hidup dengan pemuda yang ada di Bali dalam setiap kegiatan gereja dan ngana anggap kegiatan seperti itu juga penting dan bisa dilakukan di Halut....!!!! kita cm sarankan, kalu boleh pelajari itu semua dan kemudian bagikan segala sesuatu yang sudah didapatkan dan dianggap bermanfaat kepada pemuda-pemudi yang ada di Halut, secara khusus lagi di ngana p pemuda jemaat.


    intinya torang mulai dari hal-hal yang kecil dlu, kalu itu smua berhasil baru torang pikirkan kegiatan-kegiatan besar ke depannya nanti.


    cm ini yang kita bisa jawab, kalu masih ada yang kurang tolong dimaklumi, karena torang juga sama2 belajar. oke..!!


    GBU cheers

    Qinoi

    Jumlah posting : 64
    Age : 29
    Registration date : 18.02.09

    Semangat..

    Post  Qinoi on Wed Feb 25, 2009 12:39 pm

    Cool Cool Cool
    Siap dilaksanakan Pak Delrhendz. big grin
    Saya rasa dengan adanya forum seperti ini saja sudah merupakan satu langkah yang berarti buat pemuda/i Maluku Utara terlebih khusus Halut.
    Disini bisa berbagi pengetahuan dan saling memberi serta menerima masukan.
    Good Work !!!!!

    Dodorobe

    Jumlah posting : 34
    Registration date : 10.02.09

    Re: “LIVE AND LEARN IN HALMAHERA”

    Post  Dodorobe on Wed Feb 25, 2009 1:13 pm

    usul, klo posting satu artikel dia pe paragrah kase "enter" satu kali, maklum so tua tara bisa jelas tulisan alus2 Crying or Very sad

    biking rame dolo ah..

    Identitas dan jatidiri kepribumian dibangun di atas dasar kesadaran akan sebuah eksistensi dan hak kehidupan yang dimiliki serta diwarisi secara sah sebagai “anak kandung” dan putra mahkota bumi Halmahera.

    ehmm..kalo yang bukan "anak kandung" bagimana deng dong pe identitas? kita kase dia pe oposisi "anak angkat" apa yang biking istimewa anak kandung? kasiang klo bagitu deng "anak angkat" sama saja dong tara "eksis".

    mohon pencerahan Rolling Eyes



    --------------------



    Terakhir diubah oleh Dodorobe tanggal Thu Feb 26, 2009 2:18 pm, total 1 kali diubah

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    * “LIVE AND LEARN IN HALMAHERA”

    Post  Delrhendz on Thu Feb 26, 2009 2:13 am

    salam jumpa buat kapita Dodorobe sala3.

    torang p kk yang satu ini kalu so minta penjelasan...!!!
    torang me so jadi tako (tako kase jawaban yang tara sesuai dgn yg diharapkan).

    tapi coba saja ah...!!!

    apa yang biking istimewa anak kandung? klu menurut qt..
    yang membuat anak kandung itu menjadi lebih istimewa, karena selain dari, sebagai putra asli daerah mereka juga adalah sebagai calon2 untuk menerima tanggung jawab dan meneruskan Identitas dan jatidiri kepribumian orang Halmahera. maksudnya adalah setiap warisan dan tradisi dari para leluhur harus dijaga dan dipelihara oleh mereka. inilah yang menurut qt menjadi salah satu alasan mengapa anak kandung diistimewakan.

    lanjut....!!!
    kalu hubungannya dengan "anak angkat" atau orang-orang pendatang di Halmahera, bukan berarti mereka tidak memiliki hak istimewa seperti "anak kandung", sebenarnya mereka juga memeliki hak yang bisa dikategorikan sama dengan hak yang dimiliki oleh "anak kandung", hak seperti itu bisa dinobatkan kepada mereka pada saat mereka memberikan kontribusi yang besar terhadap semua persoalan yang ada di Halmahera. maka dalam hal ini, posisi dan hak mereka bisa disamakan dengan "anak kandung". karena hanya dari sini bisa kita tahu sampai sejauh mana rasa kepedulian terhadap daerah yang mereka tinggali. karena kalau mereka merasa peduli dan mau untuk mencari solusi, kedudukan mereka bukan lagi sebagai pendatang melainkan sebagai putra daerah. karena kalau rasa kepedulian itu tidak ada, maka pantaslah kalau status mereka sebagai pendatang yang tidak mau pusing dan tidak mau tau dngn setiap persoalan di daerah yang mereka tinggali.

    kesimpulan
    menurut qt:
    kedudukan sebagai "anak angkat" di Halmahera akan dapat berubah jika mereka mau benar2 peduli dan mau ikut terlibat dalam upaya untuk mencari solusi dari setiap permasalahan di daerah yang mereka tinggali dan tempati, begitu juga sebaliknya, mereka tidak akan mendapatkan hak istimewa sama demikian halnya dengan "anak kandung" ketika mereka tidak peduli dan tidak mau tau dengan setiap masalah yang terjadi di daerah yang mereka tinggali atau tempati.
    jadi.....!!!!!!!
    siapun dia (entah itu dia orang Halmahera ataupun bukan orang Halmahera yang tinggal & hidup di Halmahera), sebenarnya sama2 memiliki hak yang sama pada saat menerima setiap warisan & tanggung jawab dari para leluhur/nenek moyang dan kemudian melestarikannya agar tetap ada dan hidup walaupun ada setiap perubahan zaman.

    kk dodorobe, qt so tara sanggup mo kase trus, jadi nanti yg laeng tambah sudah.

    awas....e kalu tr kase masukan dg kita p jawaban....!!!

    GBU cheers

    Dodorobe

    Jumlah posting : 34
    Registration date : 10.02.09

    Re: “LIVE AND LEARN IN HALMAHERA”

    Post  Dodorobe on Thu Feb 26, 2009 2:30 pm

    siapa yang bilang Pendatang? Cek di Postingan atas kita tara bilang kong lol! yang kita bilang kan cuma "Anak Angkat" afro
    kan Hobata Pake Term "Anak Kandung" kita cuma kase dia pe oposisi. jadi dapat disimpulkan dari penjelasan di atas ini, hobata mendukung dikotomi "Putra Daerah" dan "Bukan Putra Daerah" meskipun dengan catatan sana-sini. scratch

    oke



    -------------

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    dodorobe

    Post  Delrhendz on Sun Mar 01, 2009 4:42 am

    saya om dodorobe, trnyata qt yg kliru. Rolling Eyes

    untk saat ini sorry kl blm ada tnggpan balik
    Crying or Very sad

    Romi

    Jumlah posting : 9
    Age : 44
    Registration date : 02.03.09

    Re: “LIVE AND LEARN IN HALMAHERA”

    Post  Romi on Mon Mar 02, 2009 7:38 am

    Delrhendz wrote:kita semua pasti tahu bagaimana kondisi pemuda GMIH saat ini. pada kenyataannya memang tidak seperti yang sudah saya gambarkan dalam artikel tersebut. artikel tersebut saya sengaja angkat untuk bagaimana mencoba memberikan suatu usul bagi pihak GMIH untuk bagaimana seharusnya mereka bertindak dalam upaya untuk mempersiapkan para pemuda-pemudi di masa depan.

    tingkat pemahaman dan pengetahuan akan prulasisme dan kekebesan beragama pun belum sepenuhnya dimiliki oleh para pemuda-pemudi kita yang ada di Halmahera Utara.

    lanjut,....:

    melihat kondisi itu, bagaimana upaya yang harus kita semua lakukan, khususnya yang sudah mengeyam pendidikan di perguruan tinggi, dan dikategorikan sudah matang dalam memahami kebebasan dalam beragama. apa yang harus kita pikirkan dan lakukan untuk merubah pemahaman untuk teman2 pemuda-pemudi kita yang ada disana ketika kita kembali nanti..????/
    jawabannya ada pada diri kita semua. kalau kita mau berbagi pengetahuan dengan mereka pasti ada jalan keluarnya. lebih akan bagus lagi kalau kita membuat suatu kegiatan yang belum pernah sama sekali dilakukan atau diwadahi oleh GMIH dan pemerintah, kegiatan tersubut bisa berkaitan dalam upaya untuk membangun kembali hubungan kekerabatan dan kekeluargaan sesama kita masyarakat Halmahera Utara secara umum tanpa memandang setiap perbedaan yang ada.


    untuk itu....:
    buat johan ; kalau dari pengalaman hidup dengan pemuda yang ada di Bali dalam setiap kegiatan gereja dan ngana anggap kegiatan seperti itu juga penting dan bisa dilakukan di Halut....!!!! kita cm sarankan, kalu boleh pelajari itu semua dan kemudian bagikan segala sesuatu yang sudah didapatkan dan dianggap bermanfaat kepada pemuda-pemudi yang ada di Halut, secara khusus lagi di ngana p pemuda jemaat.


    intinya torang mulai dari hal-hal yang kecil dlu, kalu itu smua berhasil baru torang pikirkan kegiatan-kegiatan besar ke depannya nanti.


    cm ini yang kita bisa jawab, kalu masih ada yang kurang tolong dimaklumi, karena torang juga sama2 belajar. oke..!!


    GBU cheers

    Saya sependapat dengan saudara "Delrhend" pemuda harus berperan dalam hal ini cuma saya minta utk pemuda-pemudi GMIH kalau bisa sering-sering keluar daerah untuk melihat bagaimana caranya kita bangun kebersamaan dengan saudara-saudara kita yang ada disekitar kita. Dan kalau kita mau ja kita harus benahi dulu dari dalam baru kita bicara yang kedepan.

    Romi

    Jumlah posting : 9
    Age : 44
    Registration date : 02.03.09

    Re: “LIVE AND LEARN IN HALMAHERA”

    Post  Romi on Mon Mar 02, 2009 7:43 am

    Romi wrote:
    Delrhendz wrote:kita semua pasti tahu bagaimana kondisi pemuda GMIH saat ini. pada kenyataannya memang tidak seperti yang sudah saya gambarkan dalam artikel tersebut. artikel tersebut saya sengaja angkat untuk bagaimana mencoba memberikan suatu usul bagi pihak GMIH untuk bagaimana seharusnya mereka bertindak dalam upaya untuk mempersiapkan para pemuda-pemudi di masa depan.

    tingkat pemahaman dan pengetahuan akan prulasisme dan kekebesan beragama pun belum sepenuhnya dimiliki oleh para pemuda-pemudi kita yang ada di Halmahera Utara.

    lanjut,....:

    melihat kondisi itu, bagaimana upaya yang harus kita semua lakukan, khususnya yang sudah mengeyam pendidikan di perguruan tinggi, dan dikategorikan sudah matang dalam memahami kebebasan dalam beragama. apa yang harus kita pikirkan dan lakukan untuk merubah pemahaman untuk teman2 pemuda-pemudi kita yang ada disana ketika kita kembali nanti..????/
    jawabannya ada pada diri kita semua. kalau kita mau berbagi pengetahuan dengan mereka pasti ada jalan keluarnya. lebih akan bagus lagi kalau kita membuat suatu kegiatan yang belum pernah sama sekali dilakukan atau diwadahi oleh GMIH dan pemerintah, kegiatan tersubut bisa berkaitan dalam upaya untuk membangun kembali hubungan kekerabatan dan kekeluargaan sesama kita masyarakat Halmahera Utara secara umum tanpa memandang setiap perbedaan yang ada.


    untuk itu....:
    buat johan ; kalau dari pengalaman hidup dengan pemuda yang ada di Bali dalam setiap kegiatan gereja dan ngana anggap kegiatan seperti itu juga penting dan bisa dilakukan di Halut....!!!! kita cm sarankan, kalu boleh pelajari itu semua dan kemudian bagikan segala sesuatu yang sudah didapatkan dan dianggap bermanfaat kepada pemuda-pemudi yang ada di Halut, secara khusus lagi di ngana p pemuda jemaat.


    intinya torang mulai dari hal-hal yang kecil dlu, kalu itu smua berhasil baru torang pikirkan kegiatan-kegiatan besar ke depannya nanti.


    cm ini yang kita bisa jawab, kalu masih ada yang kurang tolong dimaklumi, karena torang juga sama2 belajar. oke..!!


    GBU cheers

    Saya sependapat dengan saudara "Delrhend" pemuda harus berperan, cuma saya minta utk pemuda-pemudi GMIH kalau bisa sering-sering keluar daerah untuk melihat bagaimana caranya kita bangun kebersamaan dengan saudara-saudara kita yang ada disekitar kita. Dan kalau kita mau maju kita harus benahi dulu dari dalam baru kita bicara yang kedepan.

    ones

    Jumlah posting : 2
    Registration date : 21.02.09

    Re: “LIVE AND LEARN IN HALMAHERA”

    Post  ones on Fri Mar 06, 2009 8:10 am

    ada beberapa hal yang harus menjadi koreksi bagi penulis. pertama. konsistensi penulisan. ada beberapa ide yang tidak konsisten antar kalimat. ada semacam lompatan yang sangat jauh dan tidak berkaitan sama sekali, tetapi coba dipaksakan dalam satu tulisan. kedua, kita tahu bersama bahwa judul mencerminkan isi dari apa yang akan ditulis. sebagai sambungan dari pernyataan pertama diatas, dan dalam pengertian semacam ini; jika judul tulisan adalah live and learn in halmahera, apa hubungannya dengan konflik yang terjadi, apa hubungannya dengan pemuda Halmahera? apa hubungannya pula dengan beberapa negara Eropa yang disebutkan. ketiga, kejujuran dalam menulis sangat penting bagi seorang penulis. saya melihat ada perbedaan susunan kalimat, gaya bahasa yang disampaikan antara paragraf pertama dan kedua dengan paragraf terakhir. pertanyaan saya untuk penulis, pada paragraf pertama dan kedua itu tulisan siapa? mari kita belajar jujur. terimakasih

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    "live and learn in Halmahera

    Post  Delrhendz on Fri Mar 06, 2009 4:19 pm

    pertama. konsistensi penulisan. ada beberapa ide yang tidak konsisten antar kalimat. ada semacam lompatan yang sangat jauh dan tidak berkaitan sama sekali, tetapi coba dipaksakan dalam satu tulisan.

    bung Ones:
    yg dimksudkn dgn beberapa ide yg tidk konsisten antara kalimat itu yg mana...???, ada smcam lompatan yg sngat jauh & tdk berkaitan sm skli, ttpi cb dipkskan dlm satu kalimat. tolong tunjukan yg mnjdi mksud anda..???

    kedua, kita tahu bersama bahwa judul mencerminkan isi dari apa yang akan ditulis. sebagai sambungan dari pernyataan pertama diatas, dan dalam pengertian semacam ini; jika judul tulisan adalah live and learn in halmahera, apa hubungannya dengan konflik yang terjadi, apa hubungannya dengan pemuda Halmahera? apa hubungannya pula dengan beberapa negara Eropa yang disebutkan.

    saya hnya bisa menjawab, bahwa mungkin bung Ones sendiri sudah tahu, apa yg menjadi mksud dri isi artikel ini...!! karena kita pernah mendiskusikannya.

    ketiga, kejujuran dalam menulis sangat penting bagi seorang penulis. saya melihat ada perbedaan susunan kalimat, gaya bahasa yang disampaikan antara paragraf pertama dan kedua dengan paragraf terakhir. pertanyaan saya untuk penulis, pada paragraf pertama dan kedua itu tulisan siapa? mari kita belajar jujur. terimakasih

    yg tidak jujur itu siapa.....???
    pd intinya bhwa smua orng pasti sdh tau bhw sumber dri isi paragraf pertama dan kedua dngn paragraf terakhir di ambil dari buku. jadi dalam hal ini pada intinya bhw saya hnya mngutip dari buku.
    jadi....!!
    kesalahan saya adalah tidak mencantumkan dari mana sumbernya yg saya pakai.


    yg perlu saya tekankan di sini...,, tidak ada mksud yg namanya untuk menipu org lain sbgai para pmbaca bhw itu adalah hasil dri tulisn sya sendiri.



    Wink Wink Wink

    saya akan sangat menerima saran & masukan dari bung Ones
    ketika bung bertanya: "tolong cantumkan dari mana sumber, dari data yg diperoleh di dalam paragaraf 1&2 sprti yg anda prsoalkan.....,


    kalau mksud dari tulisan bung Ones hny skedar untuk mencari-cari kesalahan & kelemahan dri penulis.., tidak masalah, karena disini wadah untuk qt belajar bersama-sama & saling melengkapi. afro

    ones

    Jumlah posting : 2
    Registration date : 21.02.09

    Re: “LIVE AND LEARN IN HALMAHERA”

    Post  ones on Sat Mar 07, 2009 2:55 am

    Happy iya KK Rendy, tidak ada maksud berlebihan untuk mencari-cari kesalahan; sebuah tulisan amat berharga dan menjadi sangat bernilai jika tulisan itu terbuka pada kritik. jadi jika KK Rendy mengatakan bahwa saya sedang berupaya mencari kesalahan itu sungguh sebuah pemahaman yang keliru.
    menyangkut kritik saya paling tidak perhatikan paragraf 5 dan paragraf 6 tulisan anda. pada point itu anda mengatakan bahwa bahwa pada tahun bla..bla... terjadi konflik dan pada paragraf selanjutnya anda langsung membahas tentang peran Gereja (GMIH). jika sebuah tulisan berangkat dari kekhasan umum menuju kekhususan itu tulisan yang benar; dan anda telah menunjukkan itu. tapi catatannya adalah sebelum berangkat menuju ke yang lebih khusus anda perlu berangkat dari titik tumpu yang tepat. contoh kalimatnya mungkin begini: "dalam upaya untuk melakukan rekonsiliasi ada beberapa lembaga telah berupaya untuk menjaga perdamaian ini. satu diantaranya adalah GMIH." jadi anda tidak langsung menukik ke peran gereja seakan peran lembaga lain tidak termasuk di dalamnya. berikutnya sebelum,anda masuk dalam upaya pemberdayaan pemuda, sebaiknya paparkan dulu dalam GMIH ada sub-sub sistem apa saja yang mensupport, tetapi mengapa pemuda yang dipilih?
    berikutnya soal kejujuran, karena seperti anda katakan saya juga tahu tentang tulisan ini, dan saya tahu bahwa ini tulisan dalam tujuan bukan untuk artikel; tetapi ini adalah tulisan proposal kerjasama , bukankah begitu. dan saya pikir saya juga tahu dengan siapa anda juga konsultasikan tulisan ini, dan dari siapa anda juga menerima masukan tentang tulisan ini. atas dasar itulah saya memberanikan diri untuk bicara bahwa mari kita belajar jujur.
    dan sekali lagi seperti pada bagian awal pembelaan saya, kritik ini tidak dalam kerangka untuk mencari kesalahan anda. tetapi, jika itu yang terlintas mohon pikiran semacam itu dihilangkan karena beberapa hal. pertama, anda telah mencurigai, dan bagi saya itu pola pikir yang sempit. bagaimana anda sendiri bicara tentang pluralitas, tetapi anda tidak melihat bahwa kritik saya adalah bagian dari kenyataan pluralitas itu sendiri? kedua, bantahan semacam itu bagi saya adalah bantahan emosional dan bukan bantahan orang yang terdidik. saya tahu dari pendidikan anda, anda lebih tinggi dari saya, oleh karena itu saya tahu andapun pasti lebih matang secara emosional daripada saya; artinya jika kita mengerti bahwa tingkat pendidikan sangat berpengaruh pada tingkat emosi individu.
    jadi mohon renungkan secara serius setiap pembelaan yang hendak anda sampaikan, sebelum anda ajukan pembelaan itu.
    terakhir, diatas semua yang saya katakan, ada satu hal saya mau katakan bahwa salut buat anda. terimakasih. Tuhan berkati

    Delrhendz

    Jumlah posting : 62
    Age : 33
    Registration date : 23.02.09

    Bung Ones

    Post  Delrhendz on Sun Mar 08, 2009 8:09 am

    nah....., kalu bung Ones keluarkan pernyataan seperti ini, saya sepenuhnya sangat menghargai dan menerima semua kritik dan saran dari bung Ones.

    jika ada peryataan atau tanggapan balik dari saya yng kurang berkenaan saya memintah maaf.

    apa yg sudah ditanggapi oleh bung ones dalam artikel itu semuanya benar dan tidak ada yg salah. memang saya sengaja untuk mengangkat artikel ini ke dalam forum ini, hal ini bertujuan untuk mendapatkan masukan-masukan yang baru dari teman2 yang lain, siapa tau ada usulan-usalan menarik dari setiap masukan mereka.

    dengan begitu kan lebih memperkaya pemikiran kita untuk melakukan sesuatu dalam rangka untuk membuat suatu kegiatan yang bermanfaat.

    makanya, sy juga menekankan bahwa dalam isi artikel ini, saya lupa untuk mencamtumkan sumber-sumber yang melengkapi apa yang sudah menjadi isi dari artikel ini.

    sebenarnya penjelasannya ada untuk melengkapi semua paragraf yang ada, akan tetapi ada beberapa kalimat yang dengan sengaja saya hapus untuk lebih memperpendek isi artikel ini. tujuan saya adalah supaya teman2 yang lain memberikan solusi atau alternatif lain yang memang belum ada. tapi sejauh ini masih belum ada yang memberikan usulan-usalan yang menarik.


    mungkin begini dulu bung Ones, nanti kalu ada yang ingin ditanyakan oleh bung ones lagi baru saya akan mencoba untuk menjawab semampu dan setau saya.


    GBU cheers

    Sponsored content

    Re: “LIVE AND LEARN IN HALMAHERA”

    Post  Sponsored content Today at 3:09 am


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 3:09 am